Mitos-Mitos Soal Ejakulasi Dini

PENGERTIAN EJAKULASI DININamanya juga mitos ya, ada yang sering dipercaya walaupun tingkat kebenarannya seringkali masih harus dipertanyakan. Dalam pergaulan sehari-hari begitu banyak mitos seks yang berkembang. Begitu pula dalam hal ejakulasi dini. Ada banyak mitos yang berkembang, misalnya apakah keseringan dalam masturbasi akan menimbulkan ejakulasi dini.

Ian Kerner adalah seorang terapis seks. Ia memaparkan bantahan atas beberapa mitos seks yang terkait dengan ejakulasi dini di mana selama ini banyak sekali dipercayai oleh orang. Ian Kerner, seorang penulis buku She Comes First kerap menangani berbagai kasus ejakulasi dini.

Berikut ini adalah 4 mitos utama yang dipaparkan Ian pada Ask Men:

  • Ada mitos yang berkembang bahwa ejakulasi dini akan berkurang seiring pertambahan usia. Benarkah demikian? Ternyata memang sebagian besar pria menderita ejakulasi dini dalam kondisi parah, dan celakanya tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk mengatasinya. Justru semakin bertambah usia, tanpa penanganan yang baik atas derita ejakulasi dini tersebut justru akan semakin bertambah parah dan mengakibatkan gangguan organ seksual yang lebih jauh, yakni disfungsi ereksi.
  • Kebiasaan orang bermasturbasi atau beronani, katanya akan mengakibatkan resiko ejakulasi dini. Benarkah demikian? Ian Kerner mengatakan bahwa kebiasaan masturbasi atau onani itu nggak ada kaitannya dengan ejakulasi dini. Mengapa demikian? Ada penelitian yang membantahnya, yakni baik orang yang banyak melakukan ejakulasi dini maupun tidak, mereka sama-sama mengalami ejakulasi dini. Ian beranggapan ejakulasi lebih banyak terjadi karena masalah sensitivitas penis pada kaum pria.
  • Teknik stop and start efektif untuk mengatasi ejakulasi dini? Ian membantah kalau tips tersebut bisa menyembuhkan penderita ejakulasi dini. Ia mengatakan teknik itu tidak efektif, terutama saat tujuan bercinta hanya kepuasan pria saja. Bukankah wanita juga menginginkan kepuasan yang serupa?
  • Apakah ejakulasi dini bisa disembuhkan? Ataukah sekedar diatasi? Ian dengan jelas mengatakan bahwa gangguan ejakulasi dini itu sebetulnya bukan disembuhkan tapi diatasi. Ejakulasi dini berkaitan dengan senyawa di otak yang membuat seorang pria mengalami masalah EDI alias ejakulasi dini. Malah kata Ian, ejakulasi dini bisa merupakan kondisi genetis alias turunan semata. Karena itu untuk mengatasi ejakulasi dini, salah satu caranya adalah menggunakan obat yang direkomendasikan dokter. Dan dengan bantuan obat tersebut maka seorang pria bisa bertahan lebih lama saat berhubungan intim.

Ya memang ada banyak pendapat tentang mitos ejakulasi dini. Apakah Anda percaya pada Ian? Atau percaya pada pakar lain? Semua dikembalikan pada kondisi yang Anda alami dan tentu saja berangkat dari keyakinan atas pengetahuan tentang ejakulasi dini.

Baca Juga Artikel :

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*